Program PMT ini diharapkan mampu menekan angka permasalahan gizi, khususnya stunting, yang sebelumnya tercatat berada di kisaran 17 persen. Dengan anggaran besar ini, Pemerintah menargetkan adanya penurunan signifikan dalam waktu dekat

Karawang || Media Prestasi || Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 6,5 miliar untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada tahun 2026.

Anggaran tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dan difokuskan langsung untuk pelaksanaan program tanpa pembagian pada kegiatan lain seperti sosialisasi.

“Anggaran tahun ini hampir paling besar, Rp. 6,5 miliar dan itu langsung untuk PMT. Jadi tidak ada pembagian untuk kegiatan lain seperti sosialisasi, semuanya difokuskan ke program,” ujar Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, Kamis, 9 April 2026.

Program PMT ini diharapkan mampu menekan angka permasalahan gizi, khususnya stunting, yang sebelumnya tercatat berada di kisaran 17 persen. Dengan anggaran besar ini, Pemerintah menargetkan adanya penurunan signifikan dalam waktu dekat.

Berdasarkan hasil pertemuan terakhir di Bandung, pemerintah menargetkan penurunan angka tersebut hingga 5 persen. Meski demikian, capaian itu diakui cukup menantang dan membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak.

“Targetnya memang kita ingin menurunkan sampai 5 persen. Mudah-mudahan bisa tercapai, walaupun ini cukup menantang,” katanya.

Sementara itu, kondisi program pendukung lainnya disebut masih dalam tahap awal, sehingga hasilnya belum dapat terlihat secara signifikan.

Pemerintah berharap dengan dukungan anggaran yang besar dan pelaksanaan program yang terfokus, target penurunan angka stunting dapat tercapai secara bertahap.

“Bismillah, kita optimis dengan ikhtiar ini hasilnya bisa maksimal,” pungkasnya.

***