“Tadi pagi mama peluk aku terus bilang, ‘Kamu pasti bisa nak! Mama bangga apa pun hasilnya.’ Aku jadi tidak takut sama sekali, makanya tadi aku kerjain dengan tenang. Pulang ini mau cerita semuanya ke mama,” ungkap Olivia, murid kelas 6 SDN 4 Komet, Kota Banjarbaru, dengan wajah berbinar.
Pengalaman Olivia menjadi gambaran bagaimana pendekatan pelaksanaan TKA yang lebih ramah mampu membangun rasa percaya diri murid.
Di berbagai daerah, suasana ujian tidak lagi identik dengan ketegangan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang dijalani dengan lebih santai dan fokus.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap integritas para murid. “Hal yang paling membahagiakan adalah pelaksanaannya menjunjung tinggi integritas. Para murid mengerjakan TKA dengan jujur, dan itu jauh lebih berharga dari nilai apa pun,” ujarnya.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hafiz, murid SDN 30 Tanjungpandan, juga merasakan hal serupa.
Ia mengaku sempat gugup sebelum ujian dimulai, namun perasaan tersebut perlahan hilang setelah memahami soal yang diberikan. “Setelah melihat soalnya yang ternyata mudah dimengerti, saya bisa mengerjakannya,” ujar Hafiz.
Dengan dukungan lingkungan yang positif dari sekolah dan keluarga, pelaksanaan TKA 2026 menghadirkan proses belajar yang lebih tenang dan bermakna bagi murid.
Antusiasme yang terlihat di berbagai daerah menjadi sinyal baik bahwa anak-anak semakin siap belajar, mencoba, dan menunjukkan kemampuan mereka dengan percaya diri.
***
