Karawang, Media Prestasi – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menuai kritik dari warga. Proyek yang dikelola Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sri Sumber Rejeki dan dibiayai APBN itu diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, para pekerja juga terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Pantauan di lokasi pada Jumat (3/7/2026) proses pemasangan batu belah terlihat kurang rapi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terhadap kualitas dan daya tahan bangunan irigasi dalam jangka panjang.

"Kalau di lokasi proyek lain pekerjanya memakai APD, kenapa di sini tidak? Kami khawatir bukan hanya kualitas bangunannya, tetapi juga keselamatan para pekerja," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, Jumat [3/7/2026].

Minimnya penggunaan APD di lapangan juga dinilai melanggar ketentuan keselamatan kerja konstruksi. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan dari pihak terkait terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.

P3-TGAI merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Karena bersumber dari APBN, masyarakat berharap pelaksanaan proyek dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis serta standar K3.

Warga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi. Jika ditemukan pelanggaran, mereka meminta agar ada tindakan tegas sesuai peraturan.

"Hasilnya harus sesuai spesifikasi. Ini uang negara, harus dipertanggungjawabkan," kata warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pekerjaan proyek masih berlangsung. Pihak pelaksana kegiatan dan BBWS Citarum belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan.

*Andy Nugroho*