KARAWANG || Media Prestasi ||
Lomba AKSI Setara 2026 tingkat Komisariat III digelar di PKBM Sanggar Juang, Jalan Karajan II, Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Karawang, Senin (18/05/2026).
Mengusung tema “Apresiasi Kreativitas dan Seni Siswa Kesetaraan: Wujudkan Siswa Pendidikan Kesetaraan yang Kreatif, Inovatif, dan Berkualitas” ajang ini menjadi wadah unjuk bakat bagi warga belajar pendidikan kesetaraan.
Ketua PKBM Sanggar Juang, Wawan Kurniawan, S.Pd., mengatakan lomba diikuti peserta dari 14 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di lima kecamatan wilayah Komisariat III. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kotabaru, Jatisari, Banyusari, Cilamaya Wetan, dan Cilamaya Kulon.
“Ajang ini menjadi panggung pembuktian bakat bagi para peserta didik. Pesertanya merupakan perwakilan warga belajar yang memiliki NISN dari Dapodik,” jelas Wawan.
Beberapa kategori yang dilombakan antara lain desain grafis, video dokumenter, dongeng dan pupuh Sunda, pidato bahasa Inggris, serta olah vokal seni suara solo dan pop Sunda.
Pantauan di lokasi, salah satu peserta lomba pidato bahasa Inggris berasal dari PKBM Nurul Furqon, Kecamatan Kotabaru. Semangat dan keberanian peserta dinilai patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi warga belajar lainnya.
Ketua Forum FKPKBM Kabupaten Karawang, Asep Lesmana, M.Pd., menyebut kegiatan outdoor seperti ini penting untuk memperkenalkan eksistensi PKBM ke ruang publik.
“Kami ingin PKBM dikenal luas, bukan lagi sebagai alternatif terpaksa, melainkan menjadi pilihan rasional bagi masyarakat. Sistem pembelajarannya fleksibel secara waktu,” ujarnya.
Ketua Komisariat III yang juga sebagai Ketua Pelaksana, Umar Jihad, S.Pd., M.Pd., menambahkan suksesnya acara ini ditopang iuran kolektif pengelola PKBM dan dukungan sponsor swasta yang menyediakan apresiasi serta doorprize.
Dari sisi regulasi, Kasi Dikmas Kesetaraan Disdikbud Karawang, Heri Herdiana, S.T., memberikan edukasi manajerial bagi kepala lembaga dan tutor.
“Peningkatan kreativitas di PKBM harus diimbangi dengan kualitas pembelajaran di kelas. Tutor harus lebih giat memperbarui kapasitas mengajar agar ilmu yang diserap siswa bermanfaat di masa depan,” tegas Heri.
*Andy Nugroho*



